Silahkan Komplain ke Perusahaan Asuransi Mobil Jika…

Kewajiban para pemegang polis asuransi kendaraan adalah membayar semua premi yang sudah ditetapkan secara berkala sesuai ketentuan. Di samping itu, mereka pun wajib menaati tata tertib, ketentuan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan. Sementara itu, hak mereka sendiri adalah memperoleh layanan dan uang pertanggungan apabila mobil mengalami kerusakan atau mobil hilang. Masalahnya adalah ada kalanya ketika kewajiban sudah dijalankan tapi hak tidak didapatkan dengan maksimal sehingga keluhan pun harus disampaikan. Hal ini pula yang perlu dilakukan oleh para nasabah asuransi mobil apabila mereka diminta untuk:

Membayar layanan yang seharusnya gratis

Setiap asuransi mobil yang ada di tanah air memiliki layanan-layanan spesial untuk memanjakan para pelanggannya. Di samping itu, pelayanan yang didapatkan oleh nasabah diberikan secara gratis, seperti mobil derek, mobil ambulance, antar jemput mobil ke bengkel, layanan untuk mobil bermasalah dalam perjalanan, mobil pengganti, dan lain sebagainya. Di sisi lain, apabila layanan sudah didapatkan tapi nasabah diwajibkan untuk membayar, nasabah boleh mengajukan komplain karena seharusnya layanan tersebut free atau no charge. Namun, perlu diingat juga bahwa tidak semua perusahaan asuransi kendaraan memberikan layanan secara gratis sehingga dihimbau untuk mengecek layanan yang disediakan sebelum membeli produk asuransi.

Mendapatkan layanan servis mobil yang kurang berkualitas

Ketika mobil mengalami kerusakan ringan, seperti kerusakan mesin, lecet, rusak bumper, dan lain sebagainya, pihak asuransi akan meminta pemegang polis untuk segera menuju bengkel rekanan mereka guna mendapatkan servis gratis untuk memperbaiki kerusakan. Yang menjadi masalah adalah terkadang kualitas layanan yang diberikan kurang baik di mana tukang bengkel hanya melakukan perbaikan seadanya atau melakukannya secara asal-asalan sehingga baru beberapa kali dipakai, mobil kembali mengalami kerusakan. Bila hal ini terus menerus terjadi, bukan tidak mungkin mobil akan mengalami kerusakan berat pada akhirnya dan merugikan nasabah. Misalnya, jika sebelumnya mobil dibawa ke bengkel untuk diperbaiki remnya dan ternyata remnya tidak benar-benar baik, ada kemungkinan kendaraan tersebut akan menabrak dan nasabah akan mengalami luka atau cedera. Bila sudah seperti ini, kerugian yang diderita akan berlipat.

Menerima uang ganti rugi yang tidak sesuai dengan perjanjian

Ketika mobil mengalami kerusakan berat, nasabah mengalami cedera dan harus dirawat di rumah sakit, atau mobil hilang karena dicuri, pihak asuransi akan memberikan uang ganti rugi sesuai dengan perjanjian yang sudah dilakukan sebelumnya. Pada umumnya, jumlah uang ganti rugi ini disesuaikan dengan jenis asuransi mobil yang diambil dan besarnya premi yang dibayar. Misalnya, jika nasabah membeli asuransi jenis all risk, premi yang harus dibayar bisa lebih dari 3 juta rupiah per tahunnya tapi nilai tersebut sebanding dengan uang pertanggungan yang mencapai ratusan juta rupiah. Namun, bila uang yang diperoleh pemegang polis tidak sesuai dengan perjanjian, mereka boleh mengajukan komplain kepada pihak asuransi terkait hal ini. Ini penting untuk dilakukan karena uang tersebut adalah hak mereka dan sudah menjadi kewajiban perusahaan asuransi untuk memberikannya. Bila uang tersebut tidak berikan secara utuh, silahkan komplain dan jangan pernah takut untuk melakukannya.

Terakhir, nasabah juga boleh komplain apabila klaim mereka tidak diproses untuk waktu yang lama padahal semua prosedur dan persyaratan sudah diikuti dengan baik. Namun, pastikan untuk melakukan hal ini dengan bijak yang maksudnya adalah nasabah diminta untuk tidak menghina atau merusak nama baik perusahaan selama masalah ini bisa diselesaikan baik-baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *