Beli Asuransi untuk Kenyamanan Hidup

Sudahkah Anda membeli polis asuransi? Gaji minim bukanlah halangan. Kalau dikelola dengan baik, gaji minim pun bisa membeli produk sekaligus membayar premi asuransi. Ikuti cara mengelola keuangan ala perencana keuangan profesional Prita Hapsari Ghozie yakni 5% untuk zakat, dana darurat & premi asuransi 10%, biaya hidup rutin 50%, tabungan 10%, investasi 15%, dan biaya senang-senang 10%. Kalau kendalanya ada di mindset Anda yang mengganggap bahwa beli asuransi berarti menghanguskan uang, mulai sekarang coba ubah pemikiran tsb. Punya asuransi justru akan membuat hidup terasa lebih nyaman. Mengapa? Simak simak beberapa alasannya di bawah ini.

Biaya rawat inap & pengobatan dicover

Setiap orang bisa terserang penyakit, bahkan termasuk Anda yang melakukan aktivitas fisik secara rutin sekalipun. Hal ini bisa terjadi lantaran pemicu penyakit bisa disebabkan lantaran toksin yang diproduksi secara alami oleh tubuh dari proses metabolisme, racun dari makanan/minuman/obat-obatan yang dikonsumsi, faktor keturunan, stres, dll. Kalau hanya terserang flu, demam, atau penyakit dalam kategori ringan lainnya, minum obat dari apotek & istirahat yang cukup saja bisa sembuh esok harinya.

Namun, ketika terserang penyakit skala berat seperti jantung koroner, diabetes, kanker, dsb, penanganan medis oleh dokter profesional tentu sangat diperlukan agar penyakit tak bertambah parah sekaligus untuk kesembuhan. Kalau mengantongi polis asuransi kesehatan, penyakit kritis, atau jiwa, biaya pengobatan sekaligus rawat inap akan dicover oleh perusahaan asuransi. Artinya, Anda tidak perlu khawatir ketika sewaktu-waktu terserang penyakit karena sudah jaga-jaga dengan beli asuransi. Meskipun kalau boleh diminta, jangan sampai terjadi.

Biaya pendidikan anak dijamin

Pendidikan lebih dari sekedar membentuk karakter dan menambah wawasan anak, melainkan dapat menjadi modal untuk membangun karir. Semakin tinggi pendidikan yang diberikan, anak semakin berpotensi memiliki karir yang mapan. Hanya saja, semakin tinggi jenjang pendidikan semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi pengaruh inflasi yang menyebabkan biaya pendidikan mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Tubuh tak selamanya fit untuk bekerja, karir tak selamanya berjalan mulus sesuai harapan, dan syarat kematian tidak harus sakit. Ketika tiba-tiba Anda terserang penyakit, dipecat dari pekerjaan, atau meninggal di usia muda, bagaimana pendidikan anak? Kalau tidak punya tabungan, pendidikan anak bisa terlantar & masa depannya bisa berantakan. Coba kalau punya asuransi pendidikan, anak bisa melanjutkan pendidikan meskipun semua hal buruk terjadi pada Anda sebagai tulang punggung keluarga.

Biaya perbaikan mobil ditanggung

Keberadaan sepeda motor dewasa ini semakin banyak saja sejalan dengan kemudahan dalam memilikinya yang mana bisa dengan cara dicicil atau jatuh tempo. Fenomena ini bukan hanya menimbulkan kemacetan parah melainkan dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Belum lagi infrastruktur yang tidak mendukung serta tak sedikit pengguna jalan yang ugal-ugalan (menerobos lampu merah, berkendara berlawanan arah, berkendara dengan kecepatan tidak wajar, dsb).

Dengan mengantongi asuransi, akan muncul rasa aman ketika berkendara. Ketika sewaktu-waktu menabrak atau ditabrak, polis asuransi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan tanggungan biaya perbaikan mobil yang mengalami kerusakan ringan atau parah. Bahkan, untuk ganti rugi pihak ketiga, perusahaan akan menanggungnya. Dengan catatan, telah mencantumkan perlindungan TJH III dalam polis asuransi & yang ditabrak tidak punya asuransi.

Segala hal di dunia ini penuh ketidakpastian. Asuransi bakal memberikan rasa aman untuk menghadapi ketidakpastian tsb. Tunggu apa lagi, mari berasuransi!